Freezzzz!!!!!!!!!!
April 13, 2009
Ingat film2 action? pas adegan polisi lagi ndobrak pintu, trus ketika ketemu sama penjahatnya, si polisi (bukan polisi india lho ya..soalnya inspektur Vijay pasti telat datang, jadi gak mungkin mengucapkan kata2 ini) bertertiak sambil mengacungkan pistol, “Freezzz!!!!!!!!!!!”. Teriakan itu kemudian diikuti dengan angkat tangannya si penjahat.
Kemaren, ada seorang teman yang tiba2 menanyakan hal aneh, “fi…gimana seeh caranya jadi orang yang mudah menyerah??” wuahahahahhaa, sumpah spontan aku ktawa, secara ya blom pernah ada orang nanya beginian, masak orang kok nanya gimana caranya menyerah??? aneeeh….
temanku melanjutkan kata2nya, “soalnya kamu kan orangnya mudah menyerah, suka banget berkeluh kesah…” . Ketawaku tiba2 hilang, diikuti suara pisuhan dalam hati! sial! wkwkwkwkwkkkk
Jadi ceritanya gini, temanku itu punya masalah dengan yang namanya serah-menyerah atau bahasa kerennya “keikhlasan”. Yup, dia belum bisa mengikhlaskan sesuatu (atau seseorang?? *kedip2) yang selama ini dianggapnya sebagai sesuatu yang gak mungkin lepas dari dirinya. tapi keadaan berkata lain, sesuatu itu akan terenggut darinya. Ya, “akan”, karena belum kejadian. That`s why si temenku itu bingung, mau melepaskan begitu saja, atau tetap mempertahankannya dengan resiko akan banyak orang lain yang terluka, menjadi korban, yang ujung2nya akan menimbulkan penyesalan tiada bertepi.
setelah korek-mengorek data cukup lama, didapat penyebab kenapa si temanku itu begitu sulit melepaskan “sesuatu”nya. Penyebabnya simple, “temanku itu tiada pernah kalah, alias, dalam kehidupannya dia selalu merasa menang”, apapun kesulitan dalam hidupnya hampir selalu bisa dia atasi, apa yang menjadi keinginannya hampir selalu dia dapatkan.
mmmm, aku jadi inget waktu kecil, ketika kita selalu menang dalam setiap permainan yang kita mainkan bareng temen2 kita, akan sulit rasanya ketika satu kali kita menerima kekalahan. Padahal, dari 10 kali permainan kita cuman kalah sekali, tapi ya….kenyataanya begitu sulit. Kalau kalah, kita selalu merasa ada temen kita yang curang, atau….boleh jadi Tuhan sedang nggak adil waktu itu, heheheh
Aku cuman bisa berkomentar sama temenku itu, “mungkin ini saatnya kamu dipaksa untuk menyerah, melepaskan sesuatu yang memang bukan milikmu”. Yeahh..ibarat polisi sama penjahat tadi, mungkin kita harus dipaksa mendengar teriakan “Freeezzz…” dan sontak kita harus mengangkat tangan kita, tanda menyerah.
“gimana caranya fi??” tanyanya sekali lagi..
aku sekali lagi cuman bisa jawab, “aku nggak punya manualnya, gak ada tutorialnya, kamu harus ngrasain sendiri… that`s the only way…”.
Terkadang, Kita merasa sulit kehilangan sesuatu karena kita selalu mengingat2nya, selalu merasa memilikinya. padahal, salah satu jalan buat ikhlas, melepaskan sesuatu adalah melupakannya….
dan Bagaimana cara melupakan sesuatu (atau seseorang??) ??
yaaa…gak usah diinget2 lah…
so simple kan??
Seratus dan Satu (bukan 101) Keinginan… *daleeem…
April 6, 2009
Seandainya kita memiliki mesin hitung otomatis, yakni yang menghitung
jumlah keinginan kita per satuan waktu, kita mungkin akan sangat
terkejut menyadari jumlahnya. Untuk mengurangi kegamangan karena tidak
penah menyadarinya, mari kita simulasikan. Sejak bangun tidur, kita
menginginkan tidak macet, tidak terlambat, atasan bersikap memuliakan,
bawahan menyelesaikan targetnya, pelanggan menerbitkan PO-nya,
komputer tidak hang, koneksi internet cepat, sinyal handphone clear,
presentasi sukses, tidak hujan, tidak terlalu panas, makan siang enak,
tubuh selalu fit, sikap pasangan menyejukkan hati, anak-anak ceria,
ada yang menyapa di facebook, email cepat dibalas, janji relasi
ditepati, jadwal pertemuan tepat waktu, lift kosong, …, dan lain-lain.
Jika saya berkeleluasaan waktu dan cukup telaten, saya yakin dapat
membuat daftar itu sekitar 100 buah dalam hari ini. Bagaimana dengan
Anda?
Pak Mario Teguh menyatakan bahwa untuk setiap keinginan, akan selalu
ada harga yang harus dibayar untuk mencapainya. Jadi dengan semakin
banyak keinginan, maka semakin banyak sumber daya kita yang harus
dibelanjakan. Kalau dalam sehari ada 100 buah keinginan, maka akan ada
‘kebocoran’ sumber daya kita sebanyak 100 lubang. Mungkin ada korelasi
antara jumlah keinginan seseorang, dengan kebangkrutan yang terjadi,
yakni dimana jumlah pendapatan lebih kecil dibandingkan jumlah
pengeluaran.
Mungkinkah, fenomena ‘bengong’ yang diiklankan oleh produk minuman ada
kaitannya dengan banyaknya jumlah keinginan kita dalam hari itu?
Bagaimana kalau kita mencoba pendekatan lainnya, yaitu dengan
mengendalikan keinginan kita, sehingga kita tidak memerlukan minuman
suplemen yang berlebihan agar kita bisa ‘Be 100 percent’.
How come? It is easy to be ‘berisi’.
Jika Anda memperhatikan, hampir semua keinginan yang mampu Anda
daftarkan, adalah sebenarnya keinginan yang muncul sesaat, berkelebat,
remeh, tidak perlu, dan sebenarnya tidak bisa Anda kendalikan. Apakah
Anda bisa menguraikan kemacetan, padahal se-kompi polantas pun hampir
menyerah? Apakah Anda bisa mempercepat akses internet, padahal IT
manager saja ‘nyengir’? Apakah Anda bisa memerintahkan awan agar tidak
menitikkan airnya di saat Anda lewat? Yang benar saja…!
Anjurannya adalah: STOP to want it! Let it be. Biarkanlah terjadi
dengan sendirinya. Pada sisi ini, mungkin tepat anjuran ‘mengalir
saja-lah seperti air’. Ojo ngoyo. Atau, ulah merekedeweng!
Mulai sekarang fokus hanya pada satu keinginan per hari. Anda bisa
bayangkan, energi yang biasanya muntah di 100 saluran, sekarang
diarahkan hanya pada satu lubang keinginan? Anda pasti meledak!
Makanya jangan heran, jika hari ini satu-satunya keinginan Anda adalah
membuat orang lain bahagia, maka hampir seluruh orang di kantor merasa
bahagia. Jika hari ini keinginan Anda hanya ingin menjadi pribadi
baik, maka semua orang menganggap ada malaikat turun ke bumi! Jika
hari ini Anda memutuskan hanya satu keinginan yakni menjadi pribadi
yang ramah dan santun, seluruh pelanggan yang datang berjanji dalam
hatinya hanya akan membeli dari perusahaan Anda.
TIPS : sesaat setelah bangun tidur, sebelum menjejakkan kaki di
lantai, putuskan SATU SAJA KEINGINAN Anda hari ini. Pastikan keinginan
itu: besar, tinggi, mulia, berguna bagi orang banyak dan Disukai-Nya.
Siapa Bilang 100 selalu lebih baik dari 1…!
——-
From the note of Syarif Niskala





